Pengalaman SNMPTN modal Nekat

Judul diatas memang agak provokatif dan menggambarkan kerasnya perjuangan ingin kuliah, iya memang bisa dibilang seperti itu adanya. siapa yang tidak mau melanjutkan kuliah WOW menjadi mahasiswa,Calon sarjana hmm atau kaum intelek "halah", apalagi jika kuliahnya di PTN (Perguruan Tinggi Negeri) biaya murah bahkan beberapa jurusan ada yang biaya SPP nya dibawah 1 juta perSemester sangat jauh jika dibandingkan perguruan tinggi swaste yang mematok harga selangit, saya tidak bermaksud mengatakan kalau PTS itu lebih baik dari PTN tidak sama sekali bahkan banyak sekali PTS yang menjadi perguruan tinggi/Universitas terbaik di negeri ini. nah dari hal diatas sudah jelas kan peminat dari PTN pasti sangat luar biasa dan hampir semua program studi/jurusan penuh sesak pendaftar. saya waktu itu memilih program studi ilmu komputer yang pas saya cek di halaman resmi snmptn.ac.id hanya menerima 19 jalur undangan dan 35 jalur ujian tulis dan celakanya peminat jurusan ini tahun lalu hampir mendekati angka 1000 dan menurutku setiap tahun pasti pendaftar memiliki kecenderungan meningkat wuiuh. saat itu sudah patah semangat duluan mengingat saya adalah lulusan sebuah sekolah kejuruan yang memiliki kualitas buruk bahkan terburuk, itu juga saangat terpaksa karena ditolak masuk ke sekolah kejuruan favorit di samarinda dan daripada masuk ke sekolah swasta. nah itu juga salah satu hal yang membuat saya sangat Hopeless karena seperti kejadian 3 tahun lalu akan terulang kembali. tapi saya juga tetep berusaha untuk mengebut ilmu - ilmu yang kupersiapkan untuk tes SNMPTN yang waktu itu tinggal 1 bulan lagi seperti pergi ke sekolah untuk minta ilmu tambahan oleh guru - guru, hasilnya nothing. saya coba kali ini saya pergi ke toko buku, disana saya kebelakang nah saya memilih 2 buku sekaligus dengan harapan dapat menyerap ilmunya dengan baik. sampai dirumah saya mulai membaca - baca isi buku tersebut. dan dari tahun ketahun soalnya seperti tidak memiliki pola materi /kisi - kisi karena isinya soalnya selalu berubah - ubah tiap tahunnya, itu bagiku yang bisa dibilag awam untuk ilmu seperti IPA karena di SMK saya tidak diajarin pelajaran IPA sampai mendalam hanya pernah merasakan fisika itupun hanya seperti sebatas merasakan kulitnya saja, kabayangkan kosongnya isi kepala ini dalam hati saya bertanya pada diri saya sendiri apa yang bisa kubawa untuk snmptn nanti, sudah siapkah aku. tapi itu semua bagaikan bertolak belakang ketika mempelajari soal - soal SNMPTN semakin aku membuka halaman demi halamanya itu semakin membuat aku tertekan. waktu terus berjalan dan berjalan hingga H-3 sebelum tes para peserta diwajibkan pergi ke tempat / ruang tes seperti yang tertera pada kartu ujian. disana saya melihat puluhan bahkan ratusan peserta SNMPTN yang terlihat berusaha keras hampir semua membuka buku yang mereka pegang masing - masing. disana saya sangat merasa kecil "apa sih yang udah aku punya buat besok pas tes nanti,nothing. apakah aku bisa mengalahkan mereka - mereka ini yang karena ini SNMPTN pasti pendaftarnya juga dari nasional bukan?" itu yang ku tanyakan pasa diriku saat itu. dan ilmu  yang kubaca - baca dari buku juga belum kuserap terutama yang IPA aku gak mengerti apa itu atom dan teman - temannya, nah disini didalam hati  saya niatin ingin masuk PTN bagaimanapun caranya pokoknya harus dan saya seperti menemukan formula atau bahkan mukzizat karena aku seperti bisa mengerjakan soal - soal SNMPTN bahkan tanpa mengetahui materi soal yang dibahas dalam soal tersebut dan itu benar - benar terjadi, jadi simpelnya gini dari soal - soal yang kubaca - baca itu ternyata aku menemukan pola yang sama dari pembuat soal dalam menempatkan jawaban dalam pilihan A,B,C,D atau E. biasanya dia memberikan pilihan - pilihan yang mirip - mirip dari jawaban yang sebenarnya nah dari kesimpulan itu kita bisa membuang pilihan  yang dirasa paling berbeda karena itu hampir pasti salah dapi juga harus mendengarkan kata hatimu dalam menentukanya karena ini bukan hal teknis dan tidak semua soal juga bisa digunakan cara ini dan yang pasti ini adalah cara nekat dan merupakan cara terakhir yang digunakan jika memang sudah pasrah seperti saya hehehe..... dan yang terpenting jangan pernah bernafsu untuk mengerjakanya karena di SNMPTN "katanya" salah dihitung -1. sedikit saja tidak masalah bahkan dalam soal IPA dari 60 soal saya mengerjakan 20an soal saja yah itu juga hampir semua dengan cara nekat diatas. jadi pada tes kebanyakan para mahasiswa yang saya tanyakan bilang kerjakan yang dianggap yakin benar nah tapi gimana kali gak ada yang bisa dikerjakan alias blank, yaudah kerjakan yang yakin aja hehehehehe (ingat ini cara terakhir loh). dan pada saat pengumuman 1 bulan kemudian itu seperti udah gak ada harapan dan udah siap - siap nganggur 1 tahun tapi tengah malam saya menunggu pengumuman tersebut dan WOOOOOW disitu tulisannya Diterima. saat itu kayak orang gila teriak - teriak sendiri tengah malam jam 2. gimana caranya kok bisa itu yang asuk dipikiranku apakah ini bug dari web snmptn.ac.id saya refresh - refresh terus halamannya saking merasa tidak percayanya dan wah cara nekat yang berhasil. sampai sekarang juga saya masih belum percaya jika sudah diterima kuliah. kesimpulanya sederhana biasanya para peserta merasa kalah terlebih dahulu dan itu membuat menjadi tertekan ingat apa yang dirasakan kita saat jadi peserta itu juga dirasakan peserta lain kita tertekan mereka juga tertekan loh. ingat kesempatan itu masih terbuka lebar bagi siapapun.gak memandan apakah dari SMA,SMK,MAN dll. ini mau masuk kuliah jadi saat sekolah semua halnya sudah berbeda, ini masalah mental siapa pling siap dalam memmpersiapkanya dialah yang akan jadi pemenag asalkan kita sudah berusaha keras dan sekuat tenaga tidak tergantung berhasil atau tidaknya yang terpenting adalah tekat yeng kuat untuk kuliah di PTN yang kita inginkan.